NEWS
DETAILS
Kamis, 16 Apr 2015 11:31 - Jogja Pitung Club

Yogyakarta: Seorang seniman kayu asal Kalasan Sleman Yogyakarta berhasil menyulap sebuah mobil tua menjadi kereta kencana. Seniman itu memodifikasi mobil Kijang tahun 90an dan menjadikannya sebuah kereta kencana berbahan dasar kayu.

Wiyanta, nama sang seniman memerlukan waktu delapan bulan untuk melakukan konversi bodi. Awalnya Ia membuat mobil tersebut atas permintaan seorang pengusaha. "Saya sehari-hari bikin kereta kencana. Tapi ada yang minta dibikinin mobil ala kereta kencana. Akhirnya saya buat," ujar Wiyanta di Yogyakarta, Selasa 14 April.

Selama proses pembuatan Ia mengaku mengerjakannya sendiri di rumah sekaligus galeri bengkel miliknya yang beralamat di Dusun Ngajeg Tirtimartani Kalasan Sleman 8/25 Yogyakarta.

"Saya enggak pakai karyawan. Selain lebih hemat, saya bisa lebih bebas membuat sesuai pemikiran saya. Paling hanya dibantu montir untuk masang mesin mobil," tutur pria berusia 52 tahun ini.

Harga satu buah mobil megah berbentuk seperti kereta Kencana ini dipatok di atas seratus lima puluh juta rupiah. Selama hidupnya ia baru membuat tiga buah mobil kayu kereta kencana. "Saya belajar bikin kereta kencana secara otodidak. Cuma liat dan baca dari buku-buku. Saya berpatokan pada kereta kencana di Eropa. Tapi karya saya sudah tersebar di Indonesia. Sebagain besar ada di Museum," terang ayah dua anak ini.

Kini mobil tersebut terparkir rapi di rumah salah seorang pengusaha dikawasan Prambanan Yogyakarta. Ketika Metrotvnews.com menyantroni rumah pengusaha tersebut, tampak mobil kayu kereta kencana itu ada di halaman depan rumah.

Mobil ini berwarna biru dongker dan terbuat dari kayu Jati. Di tubuh mobil ada ornamen Jawa bercampur dengan ornamen yang Eropa berwarna keemasan yang terbuat dari kuningan. Mobil ini terdiri dari dua baris tempat duduk dan mampu menampung sekitar empat orang penumpang.

Andreas, penjaga rumah mengatakan mobil kereta kencana baru saja dipindahkan ke rumah tersebut pekan lalu. "Desain mobil ini mencontoh dari desain kereta kencana di Eropa," ucapnya.

Sungguh sebuah karya yang bernilai seni tinggi karena adanya pencampuran dua budaya, Jawa dan Eropa. Lalu bagaimana dengan kelayakan jalannya? Hmm, tunggu dulu, karena sisi kenyamanan tidak selalu linier dengan keindahan karya seni... bukan begitu!

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK