NEWS
DETAILS
Kamis, 26 Feb 2015 10:50 - Jogja Pitung Club

YOGYAKARTA - Satlantas Polresta Yogyakarta dibantu petugas Dishub Kota Yogyakarta menindak tegas para pengemudi Becak Bermotor (Bentor), Selasa (24/2/2015). Sejumlah bentor ditertibkan karena melanggar aturan lalu lintas.

Sejumlah pengemudi betor tak berdaya motor diamankan polisi, namun masalah tak selesai di situ. Beberapa bentor yang yang bersamaan kena razia ditinggal begitu saja oleh pemiliknya.

Akibatnya, polisi mau tak mau harus mengendarai betor itu untuk dibawa ke Mapolresta Yogyakarta. Mereka harus mengendari bentor yang disebut menyalahi aturan itu.

Dalam razia kemarin, aparat yang dikerahkan melakukan penyisiran di beberapa ruas jalan utama di Kota Yogyakarta. Petugas tidak hanya merazia bentor yang tengah melaju di jalan, namun bentor yang tengah parkir di pinggir jalanpun tidak luput dari razia petugas.

Kasatlantas Polresta Yogyakarta Kompol Sudaryo menjelaskan sesuai UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, melarang kendaraan bermotor yang dirakit atau dimodifikasi dan tidak mendapatkan uji tipe dari kementerian perhubungan, dalam hal ini berbentuk bentor.

“Kendaraan betor ini tidak boleh beroperasi di jalan raya,” terangnya.

 

Tarik ulur bentor yang beroperasi di DIY sudah berlangsung sejak lama, bahkan pada akhir tahun 2014 ratusan pengemudi bentor menggelar aksi demo di kantor DPRD DI Yogyakarta.

"Kalau bentor dilarang, maka akan ada 3.000 kepala keluarga yang akan menjadi pengangguran dan ribuan anak terlantar serta tidak bisa makan," ujar Ketua Paguyuban Bentor DI Yogyakarta, Kelik Trigunanto, kala itu.

Kelik mengungkapkan bahwa selama ini bentor dianggap sebagai sampah. Puncaknya, lanjut Kelik, adalah razia yang digelar polisi. Menurut dia, seharusnya pemerintah memerhatikan nasib para pengemudi bentor

Ditlantas Polda DIY tetap kekeh berpegang pada UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ada sejumlah pasal yang dilanggar yakni soal teknis kelayakan jalan dan keselamatan lalu lintas, rancang bangun kendaraan serta tidak dilengkapi SIM dan STNK.

Polisi kala itu menyatakan tak akan memberikan dispensasi hukum bagi bentor akan memicu kecemburuan dari angkutan lain yang sudah memenuhi syarat. Termasuk kecemburuan dari becak kayuh.

"Saya enggak mau beri dispensasi, terus sana (angkutan lain) protes. Warga Yogya ini kan bukan bentor saja. Kalau mau dispensasi, silakan komunikasi dulu dengan angkutan lain apakah mereka tidak keberatan," kata Dirlantas Polda DIY AKBP Tulus Ikhlas Pamuji.

sumber

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK