NEWS
DETAILS
Selasa, 09 Dec 2014 14:28 - Jogja Pitung Club

Yogyakarta, Korupsi adalah kejahatan internasional yang dianggap sama jahatnya dengan genocida. Itulah alasan mengapa Perserikatan Bangsa-Bangsa mencanangkan 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi. Sebagai negara yang terpapar parah penyakit ini, sudah selayaknya kita memperingatinya sebagai titik tolak untuk mulai melawan korupsi ini dengan sungguh-sungguh.

Salah satu cara memperingati betapa gentingnya korupsi yang telah menggerogoti negara ini, adalah dengan mengadakan Gropyokan Korupsi, yaitu sebuah peristiwa budaya yang meliputi tiga bagian penting: Pawai Gropyokan, Proklamasi Rakyat Anti Korupsi dan Konser musik Gropyokan.

Acara ini akan diadakan pada 9 Desember 2014, dimulai dengan pawai pada 15.00 WIB dengan rute: Wisma LPP – Jalan Solo – Jalan Sudirman – perempatan Gramedia – Jalan Suroto dan berakhir di Lapangan Kridosono. Rangkaian Pawai dari berbagai kalangan masyarakat itu akan diakhiri dengan penyerahan naskah proklamasi anti korupsi kepada pimpinan KPK. Sebagai simbol warga telah menyerahkan wewenang dan kepercayaan untuk melibas korupsi kepada lembaga negara ini dengan segera dan seksama. Seusai Pawai Gropyokan, akan didakan konser musik yang akan mengundang band lokal Yogyakarta; Sangkakala, Shaggy Dog, dan Jogja Hip Hop Foundation; dari Bali: Superman is Dead dan Navicula; serta band dari Jakarta: Gigi.

Keunikan konser yang dimulai pada 18.30 WIB ini adalah, masyarakat yang ingin menonton tidak dipungut biaya, sebagai gantinya, mereka yang ingin menyaksikan acara ini dianjurkan mengenakan topeng tikus. Pola dan bentuk topeng tikus itu dapat dilihat dan diunduh di www.jujurbarengan.com, atau  dapat juga dibuat sendiri di rumah. Panitia akan menyediakan topeng tikus di hari H, dengan jumlah terbatas, jadi peran serta penonton untuk aktif mengunduh atau membuat topeng tikus sangat diharapkan.

Topeng tikus adalah bagian dari simbol Korupsi adalah kita yang menjadi paradigma dalam kegiatan ini. Kami menganggap bahwa secara tidak sadar kebudayaan telah ikut membesarkan bahkan menyapih korupsi hingga membesar dan masif seperti sekarang ini. Sikap permisif, paternalistik, feodal dan acuh tak acuh adalah sikap budaya yang memupuk korupsi hingga berubah dari penyakit kecil menjadi kanker pembunuh.

Sebagai pelengkap kami cantumkan naskah proklamasi yang akan dibacakan pada 9 Desember 2014 nanti:

“Proklamasi Rakyat Indonesia Anti  Korupsi

kami rakyat Indonesia menyatakan”:

  1. Kami menyadari bahwa sesungguhnya tanpa kita sadari korupsi adalah bagian dari budaya Indonesia.
  2. Kami berjanji akan memerangi korupsi mulai dari diri sendiri dan keluarga
  3. Kami menuntut, memaksa dan akan terus menekan negara, parlemen, pemuka agama dan elemen rakyat lain untuk menjadikan korupsi sebagai musuh bersama.

Yogyakarta 9 Desember 2014,

atas nama Rakyat Indonesia Anti Korupsi

sumberhttp://www.jogja.co/gropyokankorupsi/

 

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK