NEWS
DETAILS
Selasa, 04 Nov 2014 15:29 - Jogja Pitung Club

Logo baru Jogja (Yogyakarta) yang dirancang MarkpLus Inc dianggap aneh banyak netizen. Logo yang semestinya dibaca Jogja ini bisa dibaca menjadi ‘Togua’. Keanehan logo tersebut sempat membuat twitter heboh, bahkan masuk dalam trending topic Indonesia pada 29 hingga 30 Oktober 2014 lalu.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan desain logo Jogja yang baru rancangan MarkpLus Inc yang dipimpin Hermawan Kertajaya. Ide awalnya adalah melakukan rebranding logo lama ‘Jogja Never Ending Asia’ agar lebih segar. Hermawan menyebutkan logo baru tersebut, “adalah akulturasi modern dengan tradisional.”

Namun, logo baru Jogja itu membuka alternatif ‘pembacaan’ yang lain. Sekilas, orang yang membacanya tetap akan melihat huruf Jogja yang tersusun sedemikian rupa. Namun karena huruf J di bagian depan sejajar dengan huruf lain, huruf tersebut bisa dibaca ‘T’. Sementara huruf j terakhir juga sejajar dengan huruf di sebelahnya, sehingga bisa dibaca ‘U’. Dengan demikian, logo Jogja itu juga bisa dibaca ‘Togua’.

Banyak komentar unik di twitter terkait dengan logo baru Jogja dan plesetennya menjadi Togua. Misalnya ada yang berkicau ‘Togua Never Ending Asia’ sebagai padanan motto Jogja. Ada pula yang mengganti nama-nama tempat di Yogyakarta dengan Togua, seperti JIH (Jogja International Hospital) menjadi TIH dan Jogja City Mall menjadi Togua City Mall.

Hermawan Kertajaya bukan sekali ini menangani logo Jogja. Sebelumnya, ia pula yang menggarap logo terdahulu, ‘Jogja Never Ending Asia’. 

Menurut Hermawan ada filosofi yang terkandung dari tulisannya,yaitu

 

Berikut ini gambaran dari logo yang sudah dirancang:

Garis atas huruf 'J' dibuat memanjang dengan makna bahwa Sri Sultanmengayomi seluruh warga Yogya. Sedang garis ke bawah diberi warna kuning khas Kraton yang dilambangkan sebagai Kraton Yogya.

?

Huruf 'O" melambangkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat Yogya.

?

Huruf 'G' dibuat seperti setengah lingkaran yang akan bergerak melingkar, diakhiri garis siku-siku 90 derajat seperti tanda arah, melambangkan semangat Yogyakarta Renaisans.

?

Empat pilar yang terdiri Pasar Beringharjo, Alun-alun, Keraton dan Masjid Besar kalau ditarik dengan garis menjadi huruf 'J'.

?

?

Huruf 'A' melambangkan wajah bangunan-bangunan di Kraton yang dianggap sebagai benteng terakhir Pancasila.

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK