NEWS
DETAILS
Senin, 20 Oct 2014 12:27 - Jogja Pitung Club

Maraknya kasus kekerasan di jalanan terutama di waktu-waktu tertentu seperti di akhir pekan menimbulkan kesan negatif terhadap keberadaan club otomotif di Jogja.

Banyak yang menganggap bahwa perilaku anggota klub motor ataupun geng motor hanya menimbulkan serangkaian masalah. Seperti yang baru saja terjadi di Jogja, Minggu (19/10/2014) dinihari kemarin. Belasan anggota klub motor King Waton Rolling Club yang sedang berkonvoi tiba-tiba merusak dan menganiaya seorang pengemudi mobil.

Alasannya sepele, hanya lantaran ada salah satu anggotanya yang terlibat serempetan di jalan dengan korban. Dalam kejadian ini, polisi telah menetapkan 6 orang tersangka di mana 3 orang diantaranya merupakan residivis.

Ketua Geng KWRC yang ikut ditahan, Ari Christian (26) menolak bahwa klubnya terlibat dalam serangkaian aksi bar-bar di jalanan wilayah Jogja. Ia berdalih bahwa kejadian perusakan dan penganiayaan tersebut hanyalah spontanitas saja.

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa saat kejadian memang ia dan kelompoknya baru saja pesta miras di hajatan yang diselenggarakan rekannya di Maguwoharjo, Sleman. Dalam perjalanan pulang itulah kemudian terjadi peristiwa tersebut.

"Bukan kami. Kami kegiatannya cuma nongkrong dan putar-putar kota saja," kilah Ari ketika ditemui di Mapolresta Jogja, Minggu (19/10/2014) siang.

Ia juga membantah mengenai adanya rencana tawuran antara KWRC dan geng RKS. Pada sore harinya, memang tersebar broadcast akan adanya tawuran antara KWRC dengan RKS di wilayah Gamping. Entah kebetulan atau tidak pada malam harinya, rombongan geng KWRC tertangkap oleh petugas.

"Wah kalau itu saya tidak tahu," ucap dia.

Sementara itu, Kapolresta Jogja, Kombes Slamet Santoso menjelaskan bahwa sebetulnya pihak Polresta sudah melakukan pendataan terhadap keberadaan klub otomotif di wilayah Yogyakarta. Sejauh ini, untuk klub otomotif yang sudah terdaftar tidak pernah ada masalah. Menurut Slamet, yang seringkali menimbulkan masalah adalah kelompok bermotor yang tidak terdaftar. Kelompok yang tidak terdaftar ini biasanya memang enggan untuk bekerjasama dengan pihak berwenang.

"Untuk komunikasi dengan klub otomotif yang terdaftar intens kita lakukan, yang susah dengan yang tidak terdaftar ini. Mereka yang seringkali membuat masalah.

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK