NEWS
DETAILS
Kamis, 13 Mar 2014 00:00 - Jogja Pitung Club

Pada hari Jumat, 7 Maret 2014 lalu saya sempat dikejutkan dengan broadcast BBM dari salah satu rekan bikers jogja, yang mengabarkan bahwa beberapa rekan dari Byonic Yogyakarta dikeroyok massa di depan terminal Kutoarjo. Awalnya saya menyangka itu hanya insiden kecil biasa di jalan, tapi ternyata beritanya masuk media massa juga, artikelnya saya sempat baca di Kedaulatan Rakyat edisi Senin 10 Maret 2014.

PURWOREJO(KRjogja.com) Sejumlah awak bus PO Sumber Alam diduga memukuli sedikitnya empat anggota klub motor Byonic Yogyakarta di perempatan Kutoarjo Purworejo. Aksi itu imbas dari dugaan perusakan bus oleh anggota klub motor ketika melintas di Jalan Raya Purworejo – Yogyakarta Pendowo Bragolan Purwodadi.

Menurut rekan korban Tyan, pemukulan itu terjadi pada Jumat (07/03/2014) ketika rombongan tujuh motor yang dalam perjalanan ke Jakarta itu sampai di perempatan Kutoarjo. “Tiba-tiba dari arah garasi PO Sumber Alam Kutoarjo ada yang meneriaki rombongan untuk berhenti, lalu tanpa bertanya para awak bus memukul rekan kami di tengah jalan,” ucapnya kepada KRjogja.com, Senin (10/03/2014).

Petugas Polsek Kutoarjo mengetahui kejadian tersebut melerai dan mengevakuasi anggota klub motor ke markas polsek. Korban paling parah adalah Irsan yang menderita memar pada wajah, mata dan bibir pecah, sedangkan tiga anggota klub mengalami luka ringan. Mereka melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Pemukulan itu akibat dari dugaan perusakan yang dituduhkan awak PO Sumber Alam. Anggota Byonic diduga merusak bus bernomor polisi AA 1440 DV dengan pengemudi Bandiyono. Ketika kejadian, Jalan Purworejo – Yogyakarta di Pendowo dalam kondisi macet.  Bus dari arah Yogyakarta itu berusaha mendahului kendaraan dengan mengambil lajur berlawanan arah. Namun dari arah belakang, rombongan klub motor membunyikan sirine, mendahului bus dan diduga melakukan perusakan kaca spion serta body. Sopir bus menghubungi rekannya di garasi Kutoarjo, yang dilanjutkan aksi pemukulan.

Kendati demikian, aksi perusakan dibantah anggota klub Byonic. “Benar kami mendahului bus, tetapi tidak melakukan perusakan terhadap bus. Bagaimana mungkin memecah kaca spion yang letaknya tinggi, pengendara berdiri di atas motor dan mengayunkan ‘light stick’ saja tidak akan bisa memecah kaca spion,” tegasnya.

Pihak Polres Purworejo membenarkan kejadian itu dan masih melakukan penyelidikan. “Kasus itu ditangani Polsek Kutoarjo,” ujar AKP Suryo Sumpeno, Kasubbag Humas Polres Purworejo mewakili Kapolres AKBP Roma Hutajulu SIK MSi. (Jas)Sumber

Sempat dapat sedikit foto pas kejadian, sumber dari akun facebook Gunawanrewoyang sempat di upload juga di page facebook Bismania Community hari Jumat 7 Maret 2014 jam 22.14, sedangkan kejadian terjadi pada sekitar pukul 16.00 sore.

1072468_1474672549411323_1523547436_o 1654928_1474672736077971_1304500187_o

Kemudian ini kronologis kejadian versi Byonic Yogyakarta, bersumber dari akun facebook Byonic Yogyakarta hari Minggu, 9 Maret 2014 jam 16.00.

Byonic2

Dan ini Pernyataan Resmi dari Byonic Yogyakarta…

Byonic

Dari kejadian di atas, saya sendiri belum bisa menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar, tetapi yang harus kita cermati adalah masih maraknya penggunaan sirine dan strobo tidak hanya di kalangan bikers club/community tapi juga masyarakat umum, dan juga aksi main hakim sendiri apalagi sampai keroyokan yang mengakibatkan kerugian materi maupun non-materi.

Bisa saja kemungkinan perusak kaca spion maupun kaca bus adalah bukan dari rekan-rekan Byonic yang sedang perjalanan touring. Toh, ngapain juga mereka mau buat masalah? Niatnya touring apa mau tawuran? Ya kan? Tapi kenapa oknum krew bus “SA” bisa langsung main keroyok? Bisa jadi itu akibat akumulasi kemarahan yang selama ini mereka alami ketika di jalan berpapasan dengan rombongan bikers yang sedang touring.

IMG_0097

Saya yakin, tidak semua bikers yang sedang perjalanan touring selalu melakukan perbuatan anarkis seperti memecah kaca spion, memecah kaca bus, mengacung-acungkan tongkat stick lamp, dan berbagai macam tindakan anarkis lain.  Intinya adalah rasa saling menghormati sesama pengguna jalan raya yang harus dimiliki. Buang jauh-jauh ke-egoisan ketika berkendara, jangan pakai alasan mengejar waktu lah, mengejar setoran lah, lokasi tujuan sudah dekat lah, jangan mentang-mentang ukuran kendaraannya besar terus asal main serobot jalur saja, begitu juga untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor, jangan ikutan main serobot jalur dengan alasan kecil dan lincah. INGAT !! Justru yang kecil yang biasanya tidak terlihat di jalan raya.. Bahaya bro…!!

Terakhir, semoga semua peristiwa ini tidak terjadi lagi dan jadikan lah peristiwa ini sebagai pelajaran oleh kita semua sebagai pengguna jalan raya.

sumber by=http://tempepenyetkeliling.wordpress.com/

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK